Bayi

Detiksi Dini Penyakit Anak

Detiksi Dini Penyakit Anak – Sebagai seorang ibu, penting banget buat tahu cara mengenali tanda-tanda awal penyakit pada anak. Dengan begitu, bisa langsung kasih pertolongan medis yang dibutuhkan sebelum terlambat. Caranya enggak susah, kok! Cukup dengan memahami tanda-tanda anak yang sehat, maka kalau ada perubahan, kita bisa langsung curiga kalau ada sesuatu yang enggak beres.

Tanda-tanda Anak Sehat

Anak yang sehat itu biasanya:
– Semua fungsi tubuhnya berjalan normal, seperti makan dan buang air dalam jumlah yang pas, enggak berlebihan atau kekurangan.
– Bentuk tubuhnya berisi dan proporsional, enggak ada bagian yang terlalu menonjol atau sudut yang tajam.
– Kulitnya terasa dingin dan segar, mata cerah, wajah bersih, perut enggak terlalu besar, dan napasnya teratur tanpa kesulitan.
– Kalau bangun, anak ceria, suka main, dan sering ketawa.
– Saat tidur, wajahnya tenang, enggak ada ekspresi kesakitan atau sering terbangun tiba-tiba.

Semakin lengkap tanda-tanda di atas, berarti anak sehat. Sebaliknya, kalau ada yang mulai berubah, bisa jadi ada gangguan kesehatan.

Tanda-tanda Penyakit

Supaya lebih jelas, yuk kita lihat tanda-tanda penyakit berdasarkan perubahan di wajah, gerakan tubuh, tidur, buang air, dan cara bernapas anak.

1. Perubahan di Wajah

Anak yang sehat punya ekspresi wajah yang tenang. Tapi kalau sakit:
– Dahi berkerut → Biasanya karena sakit kepala. Ini bisa jadi tanda awal penyakit serius seperti radang otak. Kalau cepat ditangani, bisa dicegah.
– Mata melotot atau menatap kosong → Bisa jadi ada gangguan di kepala. Kalau sudah parah, kepala terasa panas, anak gelisah di tempat tidur, atau malah lemas di pelukan.
– Bibir terbuka dan terlihat giginya → Biasanya menandakan sakit di perut. Bisa dites dengan menekan perutnya, kalau anak langsung bereaksi kesakitan, berarti memang ada masalah di sana.
– Hidung kembang-kempis dengan cepat → Bisa jadi tanda sakit di dada atau paru-paru, terutama kalau wajah anak mulai pucat atau kebiruan.
– Perubahan di mata → Mata yang sehat itu cerah, tapi kalau sakit bisa terlihat sayu dan berat. Kalau terlalu bersinar seperti kaca, bisa jadi anak sudah lama mengalami iritasi.

2. Gerakan Tubuh yang Tidak Normal

Anak yang sehat bergerak dengan lincah dan alami. Tapi kalau sakit, biasanya:
– Kepala terkulai, enggak bisa tegak.
– Anak yang biasanya sudah bisa jalan malah jadi malas bergerak dan lemas.
– Menarik kaki ke perut sambil menangis → Kemungkinan ada sakit di perut atau gangguan pencernaan.
– Sering pegang kepala atau muka → Bisa jadi ada rasa sakit di kepala.
– Mendadak kaget atau tersentak → Ini bisa jadi tanda awal kejang atau gangguan saraf.
– Ibu jari menggenggam erat ke telapak tangan dan sulit dibuka → Biasanya ini tanda kejang yang akan datang.

3. Tidur yang Tidak Nyenyak

Anak yang sehat tidurnya tenang dan nyenyak. Kalau sakit:
– Susah tidur di tempat tidurnya sendiri, maunya digendong terus.
– Tidur sebentar-sebentar dan sering terbangun.
– Ekspresi wajahnya tegang atau terlihat kesakitan saat tidur.
– Kalau ada gangguan di kepala, biasanya dia bakal mengerutkan dahi atau menggertakkan gigi saat tidur.
– Kalau sakit perut, bibirnya akan sedikit terbuka.

4. Perubahan pada BAB (Buang Air Besar)

BAB bisa jadi indikator kesehatan anak. Pada bayi baru lahir, fesesnya gelap dan lengket seperti ter. Tapi setelah minum ASI, dalam 24 jam pertama, BAB akan berubah jadi kuning lembut, tanpa bau menyengat.

Anak yang sehat BAB-nya:
– Warna kuning terang, teksturnya seperti bubur halus.
– Enggak terlalu banyak angin atau gas.
– Enggak ada gumpalan putih atau lendir.
– Frekuensi 2-4 kali sehari saat bayi, lalu berkurang seiring bertambah usia.

Kalau ada yang aneh dari BAB, mungkin ada masalah kesehatan, misalnya:
– Hijau, berair, atau terlalu encer → Bisa jadi gangguan pencernaan.
– Gelap atau berbau busuk → Bisa ada infeksi atau masalah di sistem pencernaan.
– Keluar dengan semburan kuat → Ini tanda ada iritasi atau infeksi di usus.

5. Perubahan pada Napas dan Batuk

Anak yang sehat bernapas dengan tenang, teratur, dan enggak bersuara. Tapi kalau sakit:
– Napasnya jadi cepat dan ngos-ngosan → Bisa jadi ada masalah di paru-paru.
– Ada suara seperti mendengkur atau berisik saat napas → Bisa jadi ada sumbatan di saluran pernapasan.
– Batuk yang kasar dan serak → Jangan dianggap remeh, karena ini bisa jadi tanda awal penyakit croup, yaitu infeksi saluran napas yang berbahaya.

Penting banget untuk memperhatikan setiap perubahan kecil pada napas anak. Soalnya, kalau infeksi di dada ditangani lebih awal, biasanya bisa sembuh lebih cepat.

Nah, itulah tanda-tanda awal yang bisa diperhatikan oleh orang tua agar bisa segera mengambil tindakan kalau ada sesuatu yang enggak beres dengan kesehatan anak. Semakin cepat dideteksi, semakin besar kemungkinan anak bisa cepat sembuh!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *